Monday, 23 October 2017
Hukum Kejaksaan Kepolisian Labuhanbatu-Palas-Paluta Nasional Pengadilan Tokoh

DPD Partai PERINDO Labuhanbatu Raya bersama Tim Advokasi Adakan Diskusi Hukum. (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara)

MEDANTIME.COM – LABURA | DPD Partai PERINDO Labuhanbatu Raya yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara, Kamis 06/07/2017 mengadakan Diskusi bersama Tim Advokasi Hukum Partai PERINDO bertempat di Kantin Pengadilan Negeri Rantauprapat. Hadir pada acara diskusi tersebut Ketua beserta jajaran pengurus dari masing masing DPD, sementara dari Tim Advokasi di hadiri oleh Ahmad Ansari Sir SH MH dan Sam Suten Ritonga SH, adapun yg di bahas dalam diskusi tersebut terkait Kriminalisasi Politik yang terjadi pada Ketua Umum Partai PERINDO HARY TANOESOEDIBJO saat ini, dan adanya arahan dari Sekretaris Jendral DPP Partai PERINDO AHMAD ROFIQ agar setiap DPW dan DPD Partai Perindo seIndonesia melakukan perlawanan Hukum yang menimpa HT dengan cara melakukan gugatan Perdata terhadap Jaksa Agung Yulianto di Pengadilan Negri daerahnya masing masing pada hari Jumat 07 – 07 – 2017 secara serentak di seluruh Indonesia dan juga pemantapan rencana gugatan nantinya. Namun di sela sela diskusi Ketua DPD Labuhanbatu Rizal Harianto menyampaikan kepada Kru Medan Time “Berhubung karena adanya kendala tekhnis maka gugatan hari jumat 07/07/2017 besok batal di laksanakan dan untuk selanjutnya Kami menunggu informasi dan arahan dari DPP” ucap Ketua Rizal. Ketika di minta tanggapannya tentang di jadikannya Ketum Partai PERINDO Bpk HT sebagai tersangka akibat pesan SMSnya terhadap Jaksa Agung Yulianto Ketua Rizal mengatakan ” Saya rasa ini hanyalah bagian dari konspirasi pihak pihak lain yang sengaja bersatu untuk menghancurkan PERINDO yang mereka anggap sebagai saingan politik mereka secara sistematik, karena Partai Perindo saat ini semakin hari semakin di cintai banyak masyarakat Indonesia makanya mereka itu sengaja mengkonotasikan jelek dan extreem yang menyeret Ketum kami Pak HT jadi tersangka, jelas mereka sudah memperalat Hukum untuk kepentingan. Inilah yang di katakan kriminalisasi Hukum dan a buse of power, saya rasa Ketum kami tidak ada mengancam dengan isi smsnya itu orang mau memberantas kejahatan kog malah si yulianto yang merasa terancam berarti dia itu termasuk orang jahat jadi kalau saya membaca isi sms Ketum kami itu tidak lebih dari sebuah nasehat buat jaksa yulianto ” kata Ketua Rizal yang di dampingi Ketua DPD Labuhanbatu Utara Anasruddin dan Ketua DPD Labuhanbatu Selatan H Mustafa Kamal Tambak. Lain halnya tanggapan dari salah seorang Tim Advokasi yang hadi Ahmad Ansari Sir SH MH “Saya merasa kasus Ketua kami Pak HT ini sarat dengan muatan politik karena saya sudah baca dan pelanari isi sms tersebut kira2 bunyi smsnya seperti ini “Saudara Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak langgeng, Saya masuk ke politik salah sayu penyebabnya mau memberantas oknum oknum penegak hukum yang semena mena , yang transaksional yang suka abuse of power, catat kata kata saya di sini, Saya pasti jadi pemimpin negri ini di situlah saatnya Indonesia di bersihkan. Kasihan rakyat Indonesia semakin miskin sedangkan negara lain semakin maju dan berkembang” sedikitpun saya menilai tidak ada unsur ancaman dalam isi sms itu, bahkan Pakar Hukum Indonesia saja megatakan tidak ada kata kata ancaman yang membuat Pak HT jadi tersangka, jelas status tersaangka yang menimpa Ketua Kami Pak HT itu terlalu di paksakan, sebenarnya mereka mengerti itu tapi karena ada titipan titipan politik yang tidak mengingginkan keberadaan PERINDO maka mereka buat seperti itu, saya melihat kalau Pak HT itu sebagai seirang PATRIOT jadi yang namanya PATRIOT harus memberantas Kejahatan makanya kalau yang jahat jahat jelas merasa terancam yakan?” kata Ahmad Ansari Sir SH MH mengakhiri tanggapannya. Diskusi tersebut berlangsung sampai jam 16.30WIB, setelah selesai melakukan Rapat Diskusi seluruh pengurus DPD melakukan Fotho bersama untuk kelengkapan Dokumentasi. (Penulis M.Nast)

Post Comment