Wednesday, 16 August 2017
Kepolisian Labuhanbatu-Palas-Paluta Sumut

Pembuktian PraKualifikasi Lelang Proyek Di Labura Berujung Maut

MEDANTIME.COM LABURA | Pembuktian Kualifikasi Lelang proyek Pengairan dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (TARUKIM) di ULP ( Unit Lelang Pengadaan ) Labuhanbatu Utara Jl Lintas Sumatra Desa Damuli Kebun Kecamatan Kualuh Selatan Labuhanbatu Utara, Rabu 26/07/2917, ricuh. Informasi yang diterima berawal ketika salah seorang rekanan yang mengikuti Lelang proyek tersebut Yenli Tanjung ingin naik ke lantai dua gedung ULP di halang halangi oleh rekanan lain bernama Atan Ardinata yang juga ikuti dalam lelang sehingga terjadi keributan antara ke dua rekanan, rekanan lain yang melihat adanya keributan teman Yenli Tanjung, Windra berusaha melerai sehingga keributan pun tidak berlanjut, begitu masuk jam istirahat Yenli Tanjung dan temannya Windra beranjak dari gedung ULP dengan mengenderai mobil masing masing untuk makan siang, namun dalam perjalanan berkisar beberapa ratus meter dari gedung ULP mobil yang di kenderai Windra di hadang oleh orang tidak di kenal yang memakai helm mengenderai sepeda motor langsung memecahkan kaca mobilnya bagian belakang dan selanjutnya melarikan diri, selanjutnya Windra dan Yenli Tanjung membuat pengaduan di Polsek Kualuh Hulu hari itu juga. Setelah selesai membuat Laporan di Kepolisian dan makan siang Windra dan Yenli Tanjung kembali lagi ke ULP menggunakan mobil milik Yenli Tanjung untuk mengikuti Pembuktian Kualifikasi Bidang kerjaan lainnya yang mereka ikuti, namun begitu mereka sampai di ULP kembali lagi terjadi keributan antara Yenli Tanjung dan Atan Ardinata kembali lagi di pisah oleh rekanan – rekanan yang berada di ULP tersebut, karena khwatir hal hal yang tidak di ingini terjadi pada dirinya Yenli Tanjung menelpon saudaranya Icu Tanjung untuk datang ke ULP menemani mereka, mendapat telepon dari adiknya Yenli Tanjung Icu Tanjung bergegas berangkat dari Gunting Saga menuju ULP dengan mengenderai sepeda motor metix jenis mio, namun naas bagi Icu Tanjung begitu sampai di depan Kantor ULP dan berniat menyeberang jalan tiba tiba sebuah mobil mini bus jenis Toyota Avanza dengan Nomor Polisi BG 1168 G melaju kencang dari arah Rantauprapat dan menghantam Icu Tanjung dengan suara benturan yang cukup keras hingga terdengar sampai ke runggan ULP mengakibatkan Icu Tanjung terpental dan terkapar di badan jalan. Mendengar suara benturan tersebut orang2 yang berada di dalam gedung ULP pada berhamburan keluar, begitu mengetahui kalau Icu yang menjadi korban lakalantas mereka ramai ramai memberikan pertolongan langsung mengangkat Icu ke mobil saudaranya Yenli Tanjung dan melarikannya ke Puskesmas Gunting Saga karena peralatan medis dan dokter ahli yang kurang memadai pihak keluarga berencana merujuk Icu Tanjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abd Manan Simatupang Kabupaten Asahan di Kota Kisaran, namun belum lagi sampai ke tempat tujuan di tengah perjalanan menuju Kisaran Icu Tanjung meninggal dunia. Ketika MEDANTIME.COM coba mengkonfirmasi salah seorang Ketua POKJA Lelang yang berinisial Junus Situmorang ST tentang adanya keributan masalah leleng proyek di Kantor ULP melalui nomor ponselnya 08126400xxx beliau menjawab ” Saya tidak tau kalau ada terjadi keributan masalah lelang proyek di sini Bang, oya maaf ya Bang saya di panggil Bos” jawab Junus Situmorang ST langsung mematikan ponselnya. Kemudian Medan Time beralih mengkonfirmasi Muliyono ST selaku Kepala Bagian (KABAG) Pengadaan Barang dan Jasa di PEMKAB Labuhanbatu Utara melalui nomor ponsel beberapa kali namun tidak di angkat. Masalah lelang ini sekarang menjadi pembicaraan hangat bagi banyak kalangan Kontraktor di Labura karena jadwal lelang ini molor molor terus alias selalu di undurkan (Penulis M.Nast)

Post Comment