Monday, 23 October 2017
Kejaksaan Kepolisian Labuhanbatu-Palas-Paluta

Rancangan Dana DD/ADD APBDesa Desa Tanjung Pasir Tahun 2017 Terancam Gagal

MEDANTIME.COM LABURA | Rancangan pengajuan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa Tahun 2017 Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara terancam gagal. Terancam gagal nya Dana Desa dan ADD disebabkan seluruh anggota BPD ( Badan Perwakilan Desa ) Desa Tanjung Pasir tidak bersedia menanda tangani Rancangan Pengajuan APBDesa Tahun 2017 yang diserahkan Kepala Desanya Julianto SAg kepada mereka, dikarenakan BPD dan angggotanya merasa KADESnya telah menipu mereka dengan memalsukan tanda tangan mereka pada LPJ ( Laporan Pertanggung Jawaban ) APBDesa Tahun Anggaran 2016 lalu, masalah ini sudah pernah mereka adukan ke BPMD ( Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ) Labura dan INSPEKTORAT Labura namun sampai saat ini tidak ada tindakan atau sanksi apapun yang di berikan dua instansi tersebut kepada KADES Tanjung Pasir Julianto SAg, seharusnya menurut peraturan yang berlaku LPJ tersebut tidak dapat di terima apa bila tidak di tanda tangani oleh BPD namun nyatanya tidak ada masalah sama sekali bagi Inspektorat dan BPMD meski SPJ tidak di tanda tangani BPD mereka tetap terima. Salah seorang anggota BPD Desa Tanjung Pasir Bangkit Hasibuan saat betemu dengan Medan Time saat melakkan investigasi mengatakan ” Awalnya Pak Kades Julianto SAg meminta kami untuk menanda tangani Pengajuan Rancangan RAPBDesa Tahun Anggaran 2017 ini namun kami menolaknya sebelum Pak Kades Julianto SAg menyerahkan LPJ RAPBDesa tahun 2016 yang lalu kepada kami karena kami merasa Pak Kades telah memalsukan tanda tangan kami waktu menyerahkan LPJ 2016 lalu, berselang dua hari Pak Kades Julianto mendatangi kami lagi untuk menyerahkan LPJ 2016 yang lalu, namun begitu kami cek LPJnya banyak sekali kejanggalan anggaran anggaran fiktif yang Pak Kades buat, begitu juga dengan pengajuan rancangan RAPBDesa 2017 sekarang yang dia buat makanya kami tidak mau menanda tangani pengajuan itu sebelum Pak Kades Julianto SAg merobahnya, biarlah tahun ini Desa kami tidak menerima ADD dan DD dari pada dananya lebih banyak yang piktif , masuk ke kantong pribadi si Kades” terang Bangkit Haasibuan kepada Medan Time. Ketika awak Medan Time menanyakan kepada Bangkit Hasibuan kenapa tidak membawa permasalahan pemalsuan tanda tangan yang di lakukan Kades Julianto SAg ke ranah Hukum, Bangkit menjawab ” kalau memang tidak ada tindakan dari Inspektorat terhadap si Kades ( Julianto SAg – red ) maupun Pemerintah Labuhanbatu Utara dalam waktu dekat ini kami akan lanjutkan ke jalur Hukum, kami sudah siapkan konsep pengaduannya dan kami juga mengharapkan bantuan Bapak Bapak nantinya dalam percepatan proses Hukumnya ” jawab Bangkit Hasibuan mengakhiri comentarnya. Ketika Medan Time menghubungi Kades Julianto SAg melalui nomor ponselnya 081269976xxx untuk menanyakan masalah ini, berulang ulang kali di hubungi ponselnya tidak aktif. (Penulis M.Nast ).

  • 0.0

Post Comment