Monday, 23 October 2017
Kepolisian Labuhanbatu-Palas-Paluta

Dua Proyek Jalan Di Desa Tanjung Pasir Diduga Di Kerjakan Tidak Sesuai Kontrak Kerja

MEDANTIME.COM LABURA | Masyarakat Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara merasa curiga dengan dua pekerjaan yang terdapat di Desanya, mereka curiga kalau dua pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan RAB ( Rencana Anggaran Belanja ) juga Besteknya dan kemungkinan terjadi menipulasi volume dari pada pejerjaan itu. Tudingan masyarakat Tanjung Pasir itu bukan tanpa alasan seperti halnya proyek DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG Dengan judul pekerjaan Perkerasan jalan Dusun Suka Jadi Desa Tanjung Pasir yang jumlah dananya Rp: 199,570,000,- sumber dana APBD Tahun 2017, Pelaksananya CV SIBER JAYA ABADI di Plank Proyek tidak di sebutkan berapa meter panjangnya, berapa meter lebarnya, dan berapa ketebalannya, selain itu material yang di gunakan lebih banyak tanahnya daripada batunya. Demikian juga dengan Pembuatan jalan semen di Dusun Tanjung Pasir Pekan Desa Tanjung Pasir dari Dinas yang sama Jumlah dana Rp : 294,300,000,- sebagai Pelaksana CV Tri Jaya Sakti, Sumber dana APBD Tahun 2017, tidak di sebutkan juga jumlah panjang, lebar, dan ketebalannya, yang lebih parahnya lagi pekerjaan tersebut tidak di ratakan terlebih dahulu ( di sekrap ) dengan menggunakan Alat Berat sejenis Gleder akan tetapi hanya di kikis kikis bagian pinggirnya saja dengan menggunakan cangkul ( manual )sebelum pelaksanaan pengecoran. Salah seorang warga Desa Tanjung Pasir yang juga angota BPD ( Badan Perwakilan Desa ) Desa Tanjung Pasir Bapak Bangkit Hasibuan kepada Medan Time Selasa 15/08/2017 ” mengatakan ” Wajar kalau kami menduga adanya menipulasi Bestek dan volume pada dua proyek jalan tersebut, yang perkerasan jalan Dusun Suka Jadi dan pembuatan jalan semen di pekan Tanjung Pasir, kalau memang pelaksananya jujur dalam melaksanakan proyek tersebut, pasti di plank proyeknya di sebutkan berapa panjang, lebar dan ketebalannya, ini sama sekali mereka ga sebutkan di plank itu, mungkin mereka takut masyarakat mengontrol pekerjaan mereka mana lagi pekerjaannya asal asalan saja Bapak boleh cek itu perkerasan jalan yang di Dusun Suka Jadi masa materialnya lebih banyak tanahnya dari pada batunya, begitu juga dengan pembuatan jalan semen yang di pekan Tanjung Pasir seharusnya mereka itu sekrap dulu permukaan jalannya menggunakan alat berat Gleder biar rata sebelum di cor bukan hanya di kikis kikis pakai cangkol, saya yakin anggaran dana untuk alat berat Gleder ada pada pengerjaan jalan semen itu, atau mungkin pihak pelaksana dengan Dinas terkait ada main karena pengawas dari Dinas terkait kog bisanya diam saja” ucap Bangkit Hsb dengan mimik wajah kesal. Ketika Medan Time mengkofirmasi Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Buyung ST lewat nomor ponselnya 08216611xxxx tentang kecurigaan masyarakat Desa Tanjung Pasir terhadap dua proyek tersebut ponsel Buyung ST tidak aktif. ( Penulis M.Nast )

Post Comment